Sabtu, 12 September 2020

MEYAKINKAN DIRI BELAJAR MENULIS

 Dua minggu yang lalu, tgl 30 Agustus 2020, saya mengikuti seminar Webinar tentang kefarmasian yang diadakan oleh Farmasi UNISSULA Semarang. ternyata salah satu pesertanya ada seorang teman saya yang satu angkatan di farmasi UGM di awal tahun 1978 dulu yaitu mbak Sri Purwaningsih dari Tegal. saya biasa memanggilnya mbak waning, sedangkan beliau biasa memanggil saya mas Fifi (singkatan dari nama asliku Firwan Firdaus). Beliau WA saya lebih dulu, mas Fifi cari SKP ya, katanya. Saya jawab; ah ngak mbak, SKP saya sudah melimpah, apalagi saya kan Pengurus PP IAI (Ikatan Apoteker Indonesia). saya hanya hanya ingin mencari ilmunya, untuk saya gunakan sebagai pedoman praktik di Apotek, jawab saya. Tidak lama kemudian pembicaraan berlanjut ke masalah lain. Mas Fifi senang menulis ngak ?, tanya mbak waning. Saya jawab ; ya mbak, dulu saya sih senang, tetapi saya jarang sekali menulis mbak. Mbak waning tanya lagi; Mas Fifi mau masuk IRo ngak ? nanti dibimbing oleh para profesor dalam menulis. IRo itu apa mbak ? tanya saya; Mbak waning malah tidak menjawab. Terus saya lanjutkan menulis di WA. Mbak waning, bagi saya kalau kalau sesuatu itu untuk tujuan yang baik saya bersedia ikut. 

Tidak lama kemudian muncul nama saya di grup WA Iro-Ni-Gumi Onlineclass sebagai peserta di Kajian Jumat malam yang judulnya Penyeimbang Pikir dan rasa melalui musik dan tembang.tgl 4 September 2020. Pada waktu acara baru mulai, mbak Waning WA saya, mas fifi ikut zoom masuk grup IRo Ni gumi atau San-gumi ? saya jawab; Saya belum paham mbak, IRo Gumi dan San-Gumi itu apa ???. mbak Waning menjawab ; ooh saya dan Elyn (Elynar Lubis, Medan) di IRo Ichigumi, ichi satu, Ni dua, San tiga, Gumi kelas. Bahasa jepang ya mbak? tanya saya. Karena anggota ribuan maka dibagi beberapa kelas, kajiannya macam-macam kok, kata mbak waning. Saya belum paham bahasa Jepang, tolong diajari yo mbak, kata saya. saya juga ngak bisa, jawab mbak waning.Terus saya masuk kelas apa juga ngak tahu. tahunya darimana,? tanya saya. Lha ini ikut kajian,,,jawab mbak Waning. Terus saya lihat judul grup WA saya ternyata saya masuk kelas IRo Ni Gumi, berarti Ni = dua. saya betul-betul seperti anak TK yang tidak tahu apa-apa tentang IRo sociaty.  Tanang saja...haaaa....jawab mbak waning.

Setelah saya perhatikan tentang Prof.Imam Robandi berbicara, baru saya tahu berarti IRo = Imam Robandi. Berarti Prof Imam Robandi yang mendirikan grup belajar menulis ini. Saya merasa kagum melihat Profil Prof.Imam Robandi, beliau ternyata multi talenta, sebagai dosen, peneliti, penulis, pemusik, mungkin masih banyak lagi yang saya belum tahu tentang beliau. Yang sangat mengejutkan pengikutnya sangat luar biasa banyaknya. Kalau beliau berniat mendirikan partai, wah saya kira sangat mudah sekali bagi beliau mendirikan partai politik, seperti yang dikatakan Prof.Tarkus Suganda pada pertemuan kajian jumat malam tgl 11 September 2020 karena sudah tersedia SDM yang tangguh dan setia. Ada satu hal menarik, yang sangat ingat hasil dari kajian jumat malam tgl 4 September 202, Prof. Imam Robandi mengatakan, bahwa orang pintar bisa dikalahkan oleh orang rajin. Jadi intinya kerajinan seseorang bisa menjadi modal dasar dalam menghasilkan karya tulis. Setelah saya renungkan, benar sekali perkataan Prof Imam Robandi ini. Sebagai contoh, istri saya dulunya tidak terlalu pintar tetapi dia sangat rajin sekali dalam segala hal. Beliau adik kelas saya di farmasi UGM. saya angkatan 1978 sedangkan beliau angkatan 1980. Walaupun profesinya seorang dosen di PTS di Semarang dan punya anak 3 orang (2 perempuan dan 1 laki-laki) tetapi dia masih sempat mengerjakan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, Dia sangat rajin sekali memasak, rajin menjahit pakaian sendiri & anaknya dan rajin sekali belajar. Istri saya setiap malam pasti bangun malam, setelah sholat tahajud, beliau membuka laptop, belajar sampai menjelang subuh. hal ini dilakukannya rutin setiap hari. hasilnya, beliau masih bisa meraih gelar S3 di UGM pada usia yang cukup tua yaitu di usia 56 tahun di bidang yang cukup sulit yaitu bidang farmasi klinik dengan konsentrasi subbidang farmakogenomik/farmakogenetik. Beliau juga sibuk menjadi Assesor PTF (Perguruan Tinggi Farmasi) berdasarkan penugasan dari LAM-PTKes. Sebelum pandemi beliau keliling Indonesia minimal setiap bulan. Sedangkan saya termasuk orang pemalas. Saya senang sekali tidur nyenyak dan makan enak, 2 jenis sorga dunia yang membuat kita menjadi pemalas. Saya hanya sempat sekolah sampai S2 di Kedokteran UGM bidang Manajemen Rumah Sakit. walaupun saya senang menulis tetapi karena faktor tidak rajin tadi itu yang membuat saya tidak menghasilkan karya apapun.

Saya pensiunan PNS per-1 Desember 2016 di usia 60 tahun.. Dulu saya sebagai Apoteker praktisi di RSUD Ambarawa di Kabupaten Semarang dan juga sebagai praktisi farmasi komunitas di Apotek kepunyaan istri saya dirumah. Garasi mobil rumah saya, disulap jadi Apotek. Sehingga dirumahpun kami sibuk melayani pasien setiap hari, dibantu oleh 2 orang Asisten Apoteker. Kadang-kadang saya agak minder berada Di grup WA IRo NiGumi ini, karena banyak sekali orang-orang yang sangat pintar menulis dan sudah menghasilkan berbagai macam karya. Sedangkan saya orang baru yang belum tahu apa-apa tentang cara menulis yang baik. Selama ini saya hanya menulis berdasarkan apa yang terpikir diotak saya saja, pengalaman-pengalaman yang pernah saya alami, saya tulis saja sesuai dengan yang saya rasakan tanpa mengerti metode menulis apapun. Pokoknya mengalir saja tanpa teori apapun. Pada pertemuan Kajian Jumat malam tgl 11 september 2020, saya juga mendapat ilmu yang bermanfaat dari Prof.Imam Robandi tentang Etos kerja orang Jepang dan menggali sendiri ide dari kesulitan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga keberadaan saya di IRo Ni Gumi ini bisa memacu saya menjadi orang yang rajin menulis seperti teman-teman yang lain.

Semarang, 12 September 2020.


Senin, 31 Agustus 2020

PERTOLONGAN MAK KU DI ALAM MIMPI

 Malam itu udara terasa dingin, angin kencang disertai petir yang berdentang sangat keras, bertiup riuh seakan-akan hujan akan berjatuhan dari langit yang semakin kelam. Pohon-pohon seakan-akan bergoyang mengikuti irama angin yang semakin merajalela, Suasana malam semakin mencekam ketika tiba-tiba listrik dirumahku mati mendadak. Setelah melaksanakan kewajiban sholat Isya dan makan malam,  mataku pun terasa berat, kepala terasa agak pusing sekali seperti ada yang tertusuk duri dari dalam. Kepala semakin berat rasanya pingin tidur nyenyak, ogah memikirkan apapun.

 Di antara tertidur dan mimpi, aku seperti melihat ada nenek nenek yang datang marah-marah, dengan mata melotot sang nenek terus memaki-maki aku ; Kau apakan cucuku, Tina katanya. Aku ingat Tina adalah staf aku di kantor. Anaknya tergolong wanita yang rajin bekerja, tetapi dibalik kerajinannya itu dia menyimpan ambisi besar ingin menggantikan kedudukanku sebagal kepala unit di kantorku. Tina melakukan secara cara agar aku tersingkir dari pimpinan unit. Suatu hari karena saking jengkelnya aku, si Tina aku panggil dan aku marah besar karena berulang kali melaporkan sesuatu ke atasan ku tentang hal-hal yang tidak pernah aku lakukan, dia diam saja tetapi dari ekspresinya dia seperti mendendam padaku.

 Aku pernah dengar dari teman-teman, si Tina ini hampir seluruh keluarganya tergolong orang yang suka magic, bahkan neneknya termasuk dukun terkenal di daerah asalnya di daerah candi borobudur. Dalam pikiranku, apakah mungkin nenek tsb yang mendatangi aku ? Nenek itu semakin mendekatiku sambil berkata, hei anak muda, tak habisi kamu biar cepat mati, astaghfirullah ucapku, aku menjawab ; nenek silahkan menganiayaku, aku berpegang teguh dengan kekuatan Allah semata, kemudian aku berteriak Allahu Akbar 3x,  si nenep semakin mendekat sambil mengangkat kedua tangannya, dari kedua tangannya itu keluar asap putih berbau tak sedap, aku mulai pusing. Disaat-saat kritis tersebut,tiba-tiba muncul makku dari belakang, sambil berkata ; lawan aja Adek, mak bantu dari belakang. (Mak adalah bahasa Minang/Padang artinya ibu/mama, sedangkan Adek, nama panggilanku karena aku anak yang paling kecil dari 9 bersaudara), aku jadi bingung melihat mak datang karena makku sudah meninggal 30 tahun yang lalu, kok bisa beliau datang dengan tiba-tiba. Aku heran dan kaget, tetapi aku tidak sempat berpikir panjang. mak ku berkata lebih lanjut, Adek rentangkan kedua tangannya, arahkan ke si nenek itu. Aku langsung merentang kedua tangan sambil mengarahkan ke nenek tsb.

Kemudian seperti terjadi keajaiban, terjadi letusan yang sangat keras, si nenek tsb tersungkur didepanku, sementara aku tetap berdiri tegak. tetapi ketika aku menoleh ke belakang ternyata mak ku sudah tidak ada hlang begitu saja, entah kemana. Tidak lama sesudah itu, aku terbangun dari tidur, keringatku mengalir deras seperti habis berlari, jam berdetak menunjukkan jam 02.30 dinihari, Aku duduk di tempat tidur sambil termangu-mangu, sambil termenung apakah ini mimpi atau kenyataan ? Aku bangun mengambil wuduk untuk sholat tahajud. Selesai sholat tahajud aku berdoa sambil menitikkan airmata, teringat makku yang sudah meninggal dunia 30 tahun yang lalu, yang secara tiba-tiba bisa hadir di alam mimpiku sambil memberikan pertolongan kepadaku. Aku berdoa kepada Allah SWT, sambil menunggu waktu subuh, semoga makku diampuni dosa-dosanya. Aamiin ya rabbal 'alamiin.

Menjelang subuh aku mandi dan kemudian sholat dan diakhir dengan membaca Al-Qur'an. Setelah makan pagi aku berangkat ke kantor. sampai di kantor ternyata aku mendengar berita si Tina tidak masuk kantor karena neneknya meninggal dunia sekita jam 02.30 dinihari tadi, Inna lillahi Wa Inna Lillahi Rodji'un.

Semarang, 31 Agustus 2020.


Senin, 26 Desember 2016

Apoteker Praktik di tiga tempat (tiga SIPA), mungkinkah ?

Dengan terbitnya Permenkes no.31 tahun 2016 tertanggal 18 Juli 2016, tentang Perubahan atas PerMenkes no.889/Menkes/Per/V/2011 tentang Registrasi, Izin praktik, dan Izin kerja Tenaga kefarmasian, dimana pada pasal 18 ayat 2 disebutkan dimungkinkan diberikan tiga tempat praktik bagi apoteker yang bekerja di fasilitas pelayanan kefarmasian serta diperjelas pasal 18 ayat 3, bahwa apabila Apoteker sudah memiliki Surat Izin Apotek, maka Apoteker yang bersangkutan hanya dapat memiliki 2 (dua) SIPA pada fasilitas pelayanan kefarmasian lain.

Peraturan ini, jelas memberi peluang yang cukup besar bagi Apoteker untuk melaksanakan kegiatan praktik Apoteker diberbagai tempat pelayanan kefarmasian, seperti ; Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Masalahnya, Apakah Apoteker sudah benar-benar siap melaksanakan praktiknya di berbagai tempat itu ? apa mungkin bisa apoteker praktek di tiga tempat yang berbeda? Bagaimana dengan jika salah satu atau dua tempat lain berbeda kota atau kota yang berdekatan ? Bagaimana mekanisme perijinan untuk kota yang berlainan ? Seharusnya PP IAI membuat aturan pelaksanaan dari Permenkes ini agar tidak terjadi multi tafsir terhadap permenkes tsb. Sampai sekarang belum terlalu jeloas aturan pelaksanaannya, sehingga masing-masing PC IAI membuat aturan sendiri-sendiri sesuai selera ketua masing-masing PC.

Kamis, 08 Desember 2016

Enaknya jadi orang pensiunan

Mulai 1 Desember 2016, status saya berubah total menjadi orang pensiunan PNS. Beban pikiran terasa sangat ringan. Beban kerja yang selama ini terasa berat & monoton, hilang dalam sekejab. Ada perasaan bebas untuk melakukan apapun tanpa diatur oleh orang lain atau bebas dari masalah kantor yang rutin terjadi. Hari pertama pensiun, saya mulai dengan kegiatan berenang, targetnya mulai membenahi kondisi tubuh agar lebih sehat dan fit setiap saat. Rencananya berenang 2 kali seminggu. Program utama saya saat pensiun ini adalah menjaga kesehatan tubuh agar bisa beraktivitas dengan baik terutama untuk kegiatan beribadah dan pekerjaan sambilan di apotek sendiri dirumah, sehingga olahraga berenang menjadi pilihan utama saya agar selalu fit dan bugar. Program kedua adalah mengasah kembali hobby lama yang belum terlaksana secara rutin yaitu menulis di media massa terutama di koran tentang masalah kefarmasian dan menjadi pengarang cerpen.atau novel.
Menjadi orang pensiunan PNS, ternyata sangat nikmat, ada rasa kemerdekaan pribadi, bebas dari kungkungan birokrasi yang kadang-kadang tidak sesuai dengan hati nurani. Apalagi jika ditambah dengan kesehatan yang masih prima dikala pensiun. Itu merupakan suatu anugerah Allah yang tidak terhingga, melebihi segala-galanya, tidak bisa diukur dengan uang. Apalah artinya uang dan harta yang berlebih jika tidak sehat atau sakit-sakitan. 

Sehat itu memang mahal, makanya lebih baik lakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak jatuh sakit. Untuk bisa sehat dan bugar itu ternyata tidak cukup hanya dengan olahraga saja, tetapi juga harus menjaga makanan yang masuk ke perut, baik kualitas maupun kuantitasnya. Ada nasehat Rasulullah Nabi Muhammad SAW, bahwa kebanyakan penyakit berasal dari perut, makanya berhentilah makan sebelum kenyang. Jadi perut itu isinya dibagi tiga, 1/3 untuk udara, 1/3 untuk air dan 1/3 untuk makanan. Selain olahraga dan menjaga makanan, ternyata ada lagi hal ketiga yang sangat penting agar badan tetap sehat yaitu Pikiran yang sehat. Selalu berpikir secara positip ternyata berdampak cukup besar terhadap kesehatan tubuh. ada pepatah mengatakan bahwa didalam pikiran yang sehat terdapat juga tubuh yang sehat. Hal keempat yang paling berperan untuk kesehatan tubuh adalah hati yang bersih. Kalau hati kita kotor (penuh rasa benci, iri, dengki, suka marah, dll), bisa menyebabkan pikiran terganggu, yang bisa memunculkan stress pikiran, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kesehatan tubuh terganggu. Itu yang disebut sebagai penyakit psikosomatik, yaitu penyakit yang berasal dari pikiran yang kacau atau ruwet, yang menyebabkan kerusakan soma atau badan. Bagaimana mengatasi masalah ini ? ternyata mengatasinya tidaklah sulit, hanya perlu kesabaran, kesyukuran dan keikhlasan, yaitu dengan cara beribadah yang baik, taat dan patuh terhadap aturan Allah SWT. Yang paling penting Hati kita harus selalu bersih. Bagaimana indikator bersih ? jika kita masih suka membenci orang, iri atau dengki sama orang, atau suka marah-marah berarti suatu pertanda hati kita belum bersih. Terus bagaimana cara membersihkan hati yang kotor ?. Perlu kita ketahui bahwa di dalam hati kita ini ada tiga hal  yaitu ; Nur-Allah, Nur-Muhammad dan ada setan atau iblis yang selalu menggoda untuk berbuat kejahatan. Makanya hati itu harus dibersihkan dari setan atau iblis tadi. Caranya bagaimana ?, Ternyata caranya juga tidak sulit, yaitu dengan berzikir setiap saat, membaca istighfar atau la illa haillallah, serta bacaan lain seperti, bacaan tasbih, subhanallah, alhamdulillah, laillahailallah, allahuakbar.

Jadi orang pensiunan betul-betul enak. Pikiran terasa plong, tanpa ada rasa takut, rasa bersalah kalau terlambat datang atau tidak bisa masuk kantor. Rasanya, betul-betul bebas menentukan langkah hidup selanjutnya, tidak perlu ada persaan tergesa-gesa, semua serba santai. Ibarat orang berjalan bisa lirak-lirik kanan-kiri, atas-bawah dengan santai tanpa ada orang yang mengganggu. Ibarat orang tersenyum, senyumannya tulus, lepas tanpa ada perasaan dibuat-buat. Akan tetapi seorang pensiunan juga harus siap mental yaitu siap menerima kenyataan yang ada bahwa dari segi materi sudah tidak ada lagi yang diterima kecuali hanya uang pensiun tok tanpa ada tambahan apapun. 

Penurunan pendapatan sangat drastis dan mendadak,  oleh sebab itu memang perlu perencanan yang matang menjelang pensiun agar betul-betul siap mental menerima kenyataan bahwa penghasilan sangat jauh berkurang, juga harus disiapkan mental isteri dan anak-anak sehingga semua paham keadaan yang sebenarnya. Juga sedapat mungkin diusahakan pada waktu pensiun, sudah ada anak yang bekerja atau bisa mandiri sehingga tidak membebani orang tua yang sudah pensiun.Yang tidak kalah penting yaitu tetap masih ada kegiatan dikala pensiun untuk mengisi waktu luang sehingga otak dan badan masih jalan terus, tidak berhenti total, sehingga kesehatan otak dan badan secara umum dapat berfungsi normal.

Rabu, 04 November 2015

KONDISI KESEHATAN FISIK MENJELANG USIA 60 TAHUN

Pertambahan usia khususnya di usia menjelang 60 tahun ternyata banyak sekali perubahan fisiologis tubuh. Banyak sekali penampilan organ tubuh tertentu mulai menurun, seperti gigi yang mulai merasa linu ketika minum air panas atau air dingin/es, pendengaran yang mulai menurun, mata yang mulai muncul terjadi kerontokan retina (ablasia) & katarak sehingga  menghalangi pandangan mata, badan yang mudah capek & sesak nafas ketika bergerak naik turun tangga, mudah keseleo kalau mengangkat barang yang agak berat, dll, Walaupun sudah berolahraga rutin, renang minimal sekali seminggu, tidur teratur, pola hidup teratur, tidak merokok, hidup dalam suasana tenang, kuat dalam beribadah, ternyata proses penurunan fungsi sel-sel organ tubuh terus berlanjut. 

Saya tidak bisa membayangkan kalau seseorang yang manajemen hidupnya kacau, sering begadang, stress, perokok berat, tdk pernah olahraga, ibadahnya kurang, sudah barang tentu banyak sekali penurunan fungsi tubuhnya, bisa jadi berbagai penyakit menghampirinya. Banyak sekali kita dengar, seseorang yang masih muda dibawah 50 tahun sudah terkena berbagai yang cukup berat seperti ;  stroke, cuci darah karena gagal ginjal, diabetes kronis, maag kronis, hipertensi kronis, TBC, HIV-AIDS, berbagai penyakit kanker,  dll. Kadang-kadang orang baru tahu mahalnya sehat itu setelah mengalami sakit yang cukup berat dan lama. Banyak orang yang tidak paham bahwa proses menuju sehat atau sakit melalui proses yang cukup lama berawal dari kebiasaan & perilaku hidup kita sehari-hari.

Jika perilaku hidup kita berorientasi yang sehat, maka dimasa tua akan menjadi sehat juga, begitu juga sebaliknya, jika perilaku hidup tidak sehat, maka dimasa tuanya akan banyak penyakit yang dideritanya. Kadang-kadang penyakit tertentu datang mendadak, sehingga mengagetkan penderitanya, seperti ; penyakit kanker sangat sukar dideteksi dini, biasanya baru ketahuan setelah masuk stadium III, begitu juga katarak, baru ketahuan setelah mata terasa ada bayangan gelap, dll.

Rabu, 28 Oktober 2015

PROFESI APOTEKER INDONESIA MENUJU ERA BARU

Profesi Apoteker di Indonesia sesungguhnya profesi yang sudah tergolong tua, tetapi kalau dilihat dari sudut pandang keterkaitannya dengan masyarakat, profesi Apoteker tergolong masih muda dikenal masyarakat. Hal ini akibat, para Apoteker yang bekerja di pusat pelayanan seperti di Apotek, Klinik, Puskesmas & Rumah Sakit, tidak tampil didepan melayani pasien, yang melayani didepan justru para Asisten Apoteker atau oleh masyarakat mengenalnya sebagai AA. Para Apoteker lebih banyak didalam bersembunyi seperti bos bahkan banyak sekali yang jarang datang ke Apotek, sehingga image Apoteker sangat jelek. Profesi Apoteker sangat terpuruk, seakan-akan hanya orang gajian saja di Apotek. Begitu juga Apoteker yang bekerja di Rumah Sakit, tidak banyak dikenal masyarakat, seakan-akan Apoteker hanya kebagian tugas bagi-bagi obat saja

Dengan berjalannya waktu disertai dengan kemajuan teknologi manufacture dan infomation technologi, tuntutan masyarakat akan pelayanan juga semakin berkembang, masyarakat menginginkan pelayanan yang serba baik, serba cepat, serba aman, kondisi profesi Apoteker juga mau tidak mau harus berubah total. kalau dulu titik beratnya pada barang (drug oriented), tetapi sekarang titik beratnya pada pasien (patient oriented). Sehingga mau tidak mau para Apoteker harus merubah perilaku secara total. Harus berada didepan melayani pasien, memberikan segala hal pengetahuannya tentang masalah kefarmasiannnya kepada pasien. Penyerahan obat ke pasien harus oleh Apoteker, dengan pemberian informasi yang lengkap tentang seluk beluk obat yang digunakan pasien. Dari sini dimulailah era baru profesi Apoteker, yaitu ; era pharmaceutical care atau asuhan kefarmasian. Para Apoteker harus bisa melakukan pengkajian terkait masalah obat seperti : melakukan pengkajian dan pelayanan resep (telaah resep & telaah obat), melakukan penelusuran riwayat penggunaan obat, melakukan rekonsiliasi obat, melakukan pemantauan terapi obat, melakukan evaluasi penggunaan obat, melakukan monitoring efek samping obat, melakukan konseling, melakukan pelayanan informasi obat, melakukan pemantauan kadar obat dalam darah, , dispensing obat steril (iv mixture), melaksanakan visite, dll, baik bagi pasien rawat jalan maupun di rawat inap. Para Apoteker harus berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya ; khususnya dokter dan perawat, sebagai mitra kerja dalam rangka secara bersama-sama mencapai tujuan bersama yaitu ; untuk kesembuhan pasien. Satu lagi yang paling penting adalah komunikasi efektif dengan berbagai profesi terkait dan pasien. 

Masalah komunikasi yang kurang efektif sering menjadi kendala dalam menjalankan praktik kefarmasian terutama di sektor pelayanan di Rumah Sakit. Kadang bisa terjadi misunderstanding (keslahpahaman), antara Apoteker dengan dokter dan perawat. Apalagi jika pesan disampaikan lewat telepon, bisa terjadi kesalahan yang tidak terduga. Sebagai contoh : ada seorang perawat perawat konsul ke dokter tentang pasien yang dirawatnya. Dokter mengintruksikan pemberian obat Fastral (Sertraline 50mg), tetapi si perawat menangkapnya sebagai Pastral (paracetamol + Tramadol), sehingga ditulis di Rekam Medik sebagai Pastral, dan sampai di tangan farmasis untung di cek ulang dengan menanyakan kembali ke dokternya karena di farmasi kedua obat tsb tersedia di stock obat.Tidak bisa dibayangkan jika terjadi kesalahan, bisa merugikan pasien. Banyak sekali kejadian kesalahan di RS karena kurangnya komunikasi antar profesi, apalagi bagi RS yang juga mendidik para co-as, biasanya para co-as juga ikut menulis R/ atas nama dokter DPJP. Kesalahan justru bermula dari para co-as ini. Kadang-kadang para co-as ini menulis resep tanpa setahu dokter DPJP, atau kadang para co-as ini salah dalam menyalin R/ . Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari dokter DPJP yang sudah sangat sibuk melayani pasien yang sangat banyak.

Rabu, 21 Januari 2015

DUNIA KELAP KELIP

Kehidupan di dunia ini memang penuh warna. Ada orang baik, ada orang jahat, ada yang baik didalam tapi luarnya tidak, sebaliknya, ada yang baik diluar, didalamnya tidak, ada orang normal ada yang tidak normal, ada juga setengah normal, ya kadang normal kadang tidak. Perilaku manusia memang beragam, ada yang kejam, sangat kejam, tetapi ada juga yang berperilaku halus, sangat halus. Ada yang sopan, ada yang tidak sopan ada yang pura-pura sopan. Ada orang yang suka menipu, berkhianat, ada yang suka iri, dengki, mengadu domba, bahkan ada orang yang tega membunuh keluarganya sendiri, membunuh dengan sadis pacarnya atau musuhnya dgn cara mutilasi sudah sangat sering kita dengar, betul-betul sadis dan tidak berperikemanusian.  Anehnya seseorang bisa bertindak sadis hanya karena masalah sepele. Sungguh kadang kalau kita tidak hati-hati atau tidak punya prinsip atau pegangan, manusia bisa terseret kesana-kesini, yang berakibat kehidupannya kacau balau tidak karuan. makanya, sering kita dengar anak kecil frustrasi bunuh diri, hanya gara-gara bapak ibunya bercerai dan masing-masing kawin lagi. Ada anak orang kaya, hidupnya kacau karena tidak mendapat kasih sayang bapak ibunya karena orangtuanya sangat sibuk.

Pada dasarnya, manusia dilahirkan dalam keadaan suci murni, tetapi pengaruh lingkungan membuat manusia berubah sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi. Kalau lingkungannya baik, maka baiklah manusia tsb, tetapi sebaliknya jika lingkungannya buruk maka akan kemungkinan besar manusia tsb akan terpengaruh dengan kondisi buruk tsb, tinggal mungkin kadar persentasenya saja yang berbeda. Sebetulnya, seorang anak butuh perhatian lebih, dari orang tuanya, paling tidak orang tuanya mau berinteraksi setiap hari sekedar bertanya kabar tentang kegiatannya tadi, di sekolah atau sekedar bertanya tentang temannya, keinginannya atau rencana kegiatannya hari ini, atau sekedar bertanya sudah makan atau belum, kata kuncinya adanya komunikasi dua arah.
Banyak juga kita lihat orang-orang sangat mencintai hidup didunia, pengin kaya secepat mungkin, pengin jabatan dengan menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara yang tidak wajar, mengancam, mengintimidasi, menakut-nakuti, bahkan dengan cara ghoib lewat perdukunan, pokoknya segala cara dilakukan demi memenuhi ambisi dan nafsu pribadinya yang melampaui batas, bahkan se-akan-akan mengabaikan faktor agama dan tidak takut samasekali dengan hukum karma dari Allah. Sungguh, orang-orang seperti ini sangat menakutkan, karena tidak ada yang dia takutkan. mereka ini sudah terbelenggu dengan kekuatan iblis/setan, bahkan mungkin Allah sudah menutup matahatinya............ Subhanallah.

Ada juga orang yang sebenarnya dalam hati nuraninya sudah tahu kalau perbuatan yang dilakukannya itu salah, tetapi tetap saja dilakukannya. Sebenarnya apa yang salah ?.  Orang seperti ini sebenarnya tidak paham arti hidup sesungguhnya. Tidak paham untuk apa Allah menciptakan manusia. Tidak paham hakekat hidup ini sebenarnya. Tidak paham bahwa ada kehidupan lain sesudah mati. Sungguh malang orang-orang yang seperti itu. Seandainya dia tahu bahwa sesungguhnya ada kehidupan baru sesudah kita meninggalkan dunia, bahwa apa yang kita lakukan didunia ini, nantinya akan dipertanggungkan diakhirat nanti, bahwa kita harus punya banyak bekal ibadah untuk tabungan kita nanti di akhirat. Saya yakin orang-orang yang lupa itu, nanti akan menyesal diakhirat kelak, penyesalan yang tiada gunanya karena tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia.

Masalahnya sekarang, bagaimana cara membentuk manusia yang benar-benar baik, baik di segi moralnya, baik fisiknya, baik otaknya. Dalam Islam ada suatu cara mudah agar seseorang tersebut bisa baik rohnya, sehat jasadnya dan pintar otaknya. yaitu : dengan mengirimkan alfatehah kepadanya dengan menyebutkan nama seseorang itu lengkap dengan Bin atau Binti nama bapaknya.. Hal bisa dilakukan setiap sehabis sholat lima waktu atau sehabis sholat malam. Dengan bacaan alfatehah, diharapkan nantinya rohnya bisa baik artinya perilakunya akan baik, jasadnya akan sehat dan otaknya akan semakin pintar dalam berpikir/memecahkan masalah kehidupan. bagaimanapun juga kita tidak bisa lepas dari masalah selama masih hidup di dunia ini, karena memang Allah menciptakan manusia untuk diuji dengan berbagai kesusahan (QS Al-Balad 4)