Dua minggu yang lalu, tgl 30 Agustus 2020, saya mengikuti seminar Webinar tentang kefarmasian yang diadakan oleh Farmasi UNISSULA Semarang. ternyata salah satu pesertanya ada seorang teman saya yang satu angkatan di farmasi UGM di awal tahun 1978 dulu yaitu mbak Sri Purwaningsih dari Tegal. saya biasa memanggilnya mbak waning, sedangkan beliau biasa memanggil saya mas Fifi (singkatan dari nama asliku Firwan Firdaus). Beliau WA saya lebih dulu, mas Fifi cari SKP ya, katanya. Saya jawab; ah ngak mbak, SKP saya sudah melimpah, apalagi saya kan Pengurus PP IAI (Ikatan Apoteker Indonesia). saya hanya hanya ingin mencari ilmunya, untuk saya gunakan sebagai pedoman praktik di Apotek, jawab saya. Tidak lama kemudian pembicaraan berlanjut ke masalah lain. Mas Fifi senang menulis ngak ?, tanya mbak waning. Saya jawab ; ya mbak, dulu saya sih senang, tetapi saya jarang sekali menulis mbak. Mbak waning tanya lagi; Mas Fifi mau masuk IRo ngak ? nanti dibimbing oleh para profesor dalam menulis. IRo itu apa mbak ? tanya saya; Mbak waning malah tidak menjawab. Terus saya lanjutkan menulis di WA. Mbak waning, bagi saya kalau kalau sesuatu itu untuk tujuan yang baik saya bersedia ikut.
Tidak lama kemudian muncul nama saya di grup WA Iro-Ni-Gumi Onlineclass sebagai peserta di Kajian Jumat malam yang judulnya Penyeimbang Pikir dan rasa melalui musik dan tembang.tgl 4 September 2020. Pada waktu acara baru mulai, mbak Waning WA saya, mas fifi ikut zoom masuk grup IRo Ni gumi atau San-gumi ? saya jawab; Saya belum paham mbak, IRo Gumi dan San-Gumi itu apa ???. mbak Waning menjawab ; ooh saya dan Elyn (Elynar Lubis, Medan) di IRo Ichigumi, ichi satu, Ni dua, San tiga, Gumi kelas. Bahasa jepang ya mbak? tanya saya. Karena anggota ribuan maka dibagi beberapa kelas, kajiannya macam-macam kok, kata mbak waning. Saya belum paham bahasa Jepang, tolong diajari yo mbak, kata saya. saya juga ngak bisa, jawab mbak waning.Terus saya masuk kelas apa juga ngak tahu. tahunya darimana,? tanya saya. Lha ini ikut kajian,,,jawab mbak Waning. Terus saya lihat judul grup WA saya ternyata saya masuk kelas IRo Ni Gumi, berarti Ni = dua. saya betul-betul seperti anak TK yang tidak tahu apa-apa tentang IRo sociaty. Tanang saja...haaaa....jawab mbak waning.
Setelah saya perhatikan tentang Prof.Imam Robandi berbicara, baru saya tahu berarti IRo = Imam Robandi. Berarti Prof Imam Robandi yang mendirikan grup belajar menulis ini. Saya merasa kagum melihat Profil Prof.Imam Robandi, beliau ternyata multi talenta, sebagai dosen, peneliti, penulis, pemusik, mungkin masih banyak lagi yang saya belum tahu tentang beliau. Yang sangat mengejutkan pengikutnya sangat luar biasa banyaknya. Kalau beliau berniat mendirikan partai, wah saya kira sangat mudah sekali bagi beliau mendirikan partai politik, seperti yang dikatakan Prof.Tarkus Suganda pada pertemuan kajian jumat malam tgl 11 September 2020 karena sudah tersedia SDM yang tangguh dan setia. Ada satu hal menarik, yang sangat ingat hasil dari kajian jumat malam tgl 4 September 202, Prof. Imam Robandi mengatakan, bahwa orang pintar bisa dikalahkan oleh orang rajin. Jadi intinya kerajinan seseorang bisa menjadi modal dasar dalam menghasilkan karya tulis. Setelah saya renungkan, benar sekali perkataan Prof Imam Robandi ini. Sebagai contoh, istri saya dulunya tidak terlalu pintar tetapi dia sangat rajin sekali dalam segala hal. Beliau adik kelas saya di farmasi UGM. saya angkatan 1978 sedangkan beliau angkatan 1980. Walaupun profesinya seorang dosen di PTS di Semarang dan punya anak 3 orang (2 perempuan dan 1 laki-laki) tetapi dia masih sempat mengerjakan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, Dia sangat rajin sekali memasak, rajin menjahit pakaian sendiri & anaknya dan rajin sekali belajar. Istri saya setiap malam pasti bangun malam, setelah sholat tahajud, beliau membuka laptop, belajar sampai menjelang subuh. hal ini dilakukannya rutin setiap hari. hasilnya, beliau masih bisa meraih gelar S3 di UGM pada usia yang cukup tua yaitu di usia 56 tahun di bidang yang cukup sulit yaitu bidang farmasi klinik dengan konsentrasi subbidang farmakogenomik/farmakogenetik. Beliau juga sibuk menjadi Assesor PTF (Perguruan Tinggi Farmasi) berdasarkan penugasan dari LAM-PTKes. Sebelum pandemi beliau keliling Indonesia minimal setiap bulan. Sedangkan saya termasuk orang pemalas. Saya senang sekali tidur nyenyak dan makan enak, 2 jenis sorga dunia yang membuat kita menjadi pemalas. Saya hanya sempat sekolah sampai S2 di Kedokteran UGM bidang Manajemen Rumah Sakit. walaupun saya senang menulis tetapi karena faktor tidak rajin tadi itu yang membuat saya tidak menghasilkan karya apapun.
Saya pensiunan PNS per-1 Desember 2016 di usia 60 tahun.. Dulu saya sebagai Apoteker praktisi di RSUD Ambarawa di Kabupaten Semarang dan juga sebagai praktisi farmasi komunitas di Apotek kepunyaan istri saya dirumah. Garasi mobil rumah saya, disulap jadi Apotek. Sehingga dirumahpun kami sibuk melayani pasien setiap hari, dibantu oleh 2 orang Asisten Apoteker. Kadang-kadang saya agak minder berada Di grup WA IRo NiGumi ini, karena banyak sekali orang-orang yang sangat pintar menulis dan sudah menghasilkan berbagai macam karya. Sedangkan saya orang baru yang belum tahu apa-apa tentang cara menulis yang baik. Selama ini saya hanya menulis berdasarkan apa yang terpikir diotak saya saja, pengalaman-pengalaman yang pernah saya alami, saya tulis saja sesuai dengan yang saya rasakan tanpa mengerti metode menulis apapun. Pokoknya mengalir saja tanpa teori apapun. Pada pertemuan Kajian Jumat malam tgl 11 september 2020, saya juga mendapat ilmu yang bermanfaat dari Prof.Imam Robandi tentang Etos kerja orang Jepang dan menggali sendiri ide dari kesulitan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga keberadaan saya di IRo Ni Gumi ini bisa memacu saya menjadi orang yang rajin menulis seperti teman-teman yang lain.
Semarang, 12 September 2020.