Pada dasarnya, manusia dilahirkan dalam keadaan suci murni, tetapi pengaruh lingkungan membuat manusia berubah sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi. Kalau lingkungannya baik, maka baiklah manusia tsb, tetapi sebaliknya jika lingkungannya buruk maka akan kemungkinan besar manusia tsb akan terpengaruh dengan kondisi buruk tsb, tinggal mungkin kadar persentasenya saja yang berbeda. Sebetulnya, seorang anak butuh perhatian lebih, dari orang tuanya, paling tidak orang tuanya mau berinteraksi setiap hari sekedar bertanya kabar tentang kegiatannya tadi, di sekolah atau sekedar bertanya tentang temannya, keinginannya atau rencana kegiatannya hari ini, atau sekedar bertanya sudah makan atau belum, kata kuncinya adanya komunikasi dua arah.
Banyak juga kita lihat orang-orang sangat mencintai hidup didunia, pengin kaya secepat mungkin, pengin jabatan dengan menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara yang tidak wajar, mengancam, mengintimidasi, menakut-nakuti, bahkan dengan cara ghoib lewat perdukunan, pokoknya segala cara dilakukan demi memenuhi ambisi dan nafsu pribadinya yang melampaui batas, bahkan se-akan-akan mengabaikan faktor agama dan tidak takut samasekali dengan hukum karma dari Allah. Sungguh, orang-orang seperti ini sangat menakutkan, karena tidak ada yang dia takutkan. mereka ini sudah terbelenggu dengan kekuatan iblis/setan, bahkan mungkin Allah sudah menutup matahatinya............ Subhanallah.
Banyak juga kita lihat orang-orang sangat mencintai hidup didunia, pengin kaya secepat mungkin, pengin jabatan dengan menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara yang tidak wajar, mengancam, mengintimidasi, menakut-nakuti, bahkan dengan cara ghoib lewat perdukunan, pokoknya segala cara dilakukan demi memenuhi ambisi dan nafsu pribadinya yang melampaui batas, bahkan se-akan-akan mengabaikan faktor agama dan tidak takut samasekali dengan hukum karma dari Allah. Sungguh, orang-orang seperti ini sangat menakutkan, karena tidak ada yang dia takutkan. mereka ini sudah terbelenggu dengan kekuatan iblis/setan, bahkan mungkin Allah sudah menutup matahatinya............ Subhanallah.
Ada juga orang yang sebenarnya dalam hati nuraninya sudah tahu kalau perbuatan yang dilakukannya itu salah, tetapi tetap saja dilakukannya. Sebenarnya apa yang salah ?. Orang seperti ini sebenarnya tidak paham arti hidup sesungguhnya. Tidak paham untuk apa Allah menciptakan manusia. Tidak paham hakekat hidup ini sebenarnya. Tidak paham bahwa ada kehidupan lain sesudah mati. Sungguh malang orang-orang yang seperti itu. Seandainya dia tahu bahwa sesungguhnya ada kehidupan baru sesudah kita meninggalkan dunia, bahwa apa yang kita lakukan didunia ini, nantinya akan dipertanggungkan diakhirat nanti, bahwa kita harus punya banyak bekal ibadah untuk tabungan kita nanti di akhirat. Saya yakin orang-orang yang lupa itu, nanti akan menyesal diakhirat kelak, penyesalan yang tiada gunanya karena tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia.
Masalahnya sekarang, bagaimana cara membentuk manusia yang benar-benar baik, baik di segi moralnya, baik fisiknya, baik otaknya. Dalam Islam ada suatu cara mudah agar seseorang tersebut bisa baik rohnya, sehat jasadnya dan pintar otaknya. yaitu : dengan mengirimkan alfatehah kepadanya dengan menyebutkan nama seseorang itu lengkap dengan Bin atau Binti nama bapaknya.. Hal bisa dilakukan setiap sehabis sholat lima waktu atau sehabis sholat malam. Dengan bacaan alfatehah, diharapkan nantinya rohnya bisa baik artinya perilakunya akan baik, jasadnya akan sehat dan otaknya akan semakin pintar dalam berpikir/memecahkan masalah kehidupan. bagaimanapun juga kita tidak bisa lepas dari masalah selama masih hidup di dunia ini, karena memang Allah menciptakan manusia untuk diuji dengan berbagai kesusahan (QS Al-Balad 4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar