Kamis, 08 Desember 2016

Enaknya jadi orang pensiunan

Mulai 1 Desember 2016, status saya berubah total menjadi orang pensiunan PNS. Beban pikiran terasa sangat ringan. Beban kerja yang selama ini terasa berat & monoton, hilang dalam sekejab. Ada perasaan bebas untuk melakukan apapun tanpa diatur oleh orang lain atau bebas dari masalah kantor yang rutin terjadi. Hari pertama pensiun, saya mulai dengan kegiatan berenang, targetnya mulai membenahi kondisi tubuh agar lebih sehat dan fit setiap saat. Rencananya berenang 2 kali seminggu. Program utama saya saat pensiun ini adalah menjaga kesehatan tubuh agar bisa beraktivitas dengan baik terutama untuk kegiatan beribadah dan pekerjaan sambilan di apotek sendiri dirumah, sehingga olahraga berenang menjadi pilihan utama saya agar selalu fit dan bugar. Program kedua adalah mengasah kembali hobby lama yang belum terlaksana secara rutin yaitu menulis di media massa terutama di koran tentang masalah kefarmasian dan menjadi pengarang cerpen.atau novel.
Menjadi orang pensiunan PNS, ternyata sangat nikmat, ada rasa kemerdekaan pribadi, bebas dari kungkungan birokrasi yang kadang-kadang tidak sesuai dengan hati nurani. Apalagi jika ditambah dengan kesehatan yang masih prima dikala pensiun. Itu merupakan suatu anugerah Allah yang tidak terhingga, melebihi segala-galanya, tidak bisa diukur dengan uang. Apalah artinya uang dan harta yang berlebih jika tidak sehat atau sakit-sakitan. 

Sehat itu memang mahal, makanya lebih baik lakukan pencegahan sedini mungkin agar tidak jatuh sakit. Untuk bisa sehat dan bugar itu ternyata tidak cukup hanya dengan olahraga saja, tetapi juga harus menjaga makanan yang masuk ke perut, baik kualitas maupun kuantitasnya. Ada nasehat Rasulullah Nabi Muhammad SAW, bahwa kebanyakan penyakit berasal dari perut, makanya berhentilah makan sebelum kenyang. Jadi perut itu isinya dibagi tiga, 1/3 untuk udara, 1/3 untuk air dan 1/3 untuk makanan. Selain olahraga dan menjaga makanan, ternyata ada lagi hal ketiga yang sangat penting agar badan tetap sehat yaitu Pikiran yang sehat. Selalu berpikir secara positip ternyata berdampak cukup besar terhadap kesehatan tubuh. ada pepatah mengatakan bahwa didalam pikiran yang sehat terdapat juga tubuh yang sehat. Hal keempat yang paling berperan untuk kesehatan tubuh adalah hati yang bersih. Kalau hati kita kotor (penuh rasa benci, iri, dengki, suka marah, dll), bisa menyebabkan pikiran terganggu, yang bisa memunculkan stress pikiran, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kesehatan tubuh terganggu. Itu yang disebut sebagai penyakit psikosomatik, yaitu penyakit yang berasal dari pikiran yang kacau atau ruwet, yang menyebabkan kerusakan soma atau badan. Bagaimana mengatasi masalah ini ? ternyata mengatasinya tidaklah sulit, hanya perlu kesabaran, kesyukuran dan keikhlasan, yaitu dengan cara beribadah yang baik, taat dan patuh terhadap aturan Allah SWT. Yang paling penting Hati kita harus selalu bersih. Bagaimana indikator bersih ? jika kita masih suka membenci orang, iri atau dengki sama orang, atau suka marah-marah berarti suatu pertanda hati kita belum bersih. Terus bagaimana cara membersihkan hati yang kotor ?. Perlu kita ketahui bahwa di dalam hati kita ini ada tiga hal  yaitu ; Nur-Allah, Nur-Muhammad dan ada setan atau iblis yang selalu menggoda untuk berbuat kejahatan. Makanya hati itu harus dibersihkan dari setan atau iblis tadi. Caranya bagaimana ?, Ternyata caranya juga tidak sulit, yaitu dengan berzikir setiap saat, membaca istighfar atau la illa haillallah, serta bacaan lain seperti, bacaan tasbih, subhanallah, alhamdulillah, laillahailallah, allahuakbar.

Jadi orang pensiunan betul-betul enak. Pikiran terasa plong, tanpa ada rasa takut, rasa bersalah kalau terlambat datang atau tidak bisa masuk kantor. Rasanya, betul-betul bebas menentukan langkah hidup selanjutnya, tidak perlu ada persaan tergesa-gesa, semua serba santai. Ibarat orang berjalan bisa lirak-lirik kanan-kiri, atas-bawah dengan santai tanpa ada orang yang mengganggu. Ibarat orang tersenyum, senyumannya tulus, lepas tanpa ada perasaan dibuat-buat. Akan tetapi seorang pensiunan juga harus siap mental yaitu siap menerima kenyataan yang ada bahwa dari segi materi sudah tidak ada lagi yang diterima kecuali hanya uang pensiun tok tanpa ada tambahan apapun. 

Penurunan pendapatan sangat drastis dan mendadak,  oleh sebab itu memang perlu perencanan yang matang menjelang pensiun agar betul-betul siap mental menerima kenyataan bahwa penghasilan sangat jauh berkurang, juga harus disiapkan mental isteri dan anak-anak sehingga semua paham keadaan yang sebenarnya. Juga sedapat mungkin diusahakan pada waktu pensiun, sudah ada anak yang bekerja atau bisa mandiri sehingga tidak membebani orang tua yang sudah pensiun.Yang tidak kalah penting yaitu tetap masih ada kegiatan dikala pensiun untuk mengisi waktu luang sehingga otak dan badan masih jalan terus, tidak berhenti total, sehingga kesehatan otak dan badan secara umum dapat berfungsi normal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar