Waktu terasa berjalan dengan sangat cepat. Tidak terasa, tidak sampai 2 tahun lagi pensiun menjelang. Tepat tanggal 1 Desember 2016 tahun depan, saya akan memulai kehidupan baru sebagai seorang pensiunan PNS. kadang-kadang kalau terlalu dipikir, timbul ada sedikit rasa kekhawatiran, khususnya dari sisi financial. Financial akan berkurang cukup signifikan. Disisi lain juga timbul kegembiraan, karena tidak ada lagi beban pekerjaan yang terpikul selama ini, sepertinya bebas merdeka tanpa beban. Bisa pergi kemana-mana sesuai keinginan. Rasa syukur yang sangat mendalam saya panjatkan kepada Allah SWT, karena diusia menjelang pensiun (60tahun pada 17 November 2016), masih diberi rezeki kesehatan yang baik, rezeki financial yang cukup, sehingga bisa hidup wajar dan bisa beribadah dengan tenang dan penuh kenikmatan. Di usia pensiun, beban keluarga saya sebenarnya masih cukup banyak karena anak-anak belum sepenuhnya mandiri. Anak nomor satu (Fidela) walaupun sudah jadi dokter, masih sibuk menyelesaikan tesis S2 nya dan suatu saat masih akan melanjutkan sekolah lagi ke dokter spesialis. Anak nomor dua (Favian) masih menyelesaikan skripsinya dan rencananya masih melanjutkan S2 nya, di MM UGM, sedangkan anak nomor tiga (Fathania) masih berjuang kuliah. Isteri saya juga masih berjuang untuk mendapatkan gelar S3 nya di UGM, yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi saya yakin dan percaya bahwa Rezeki ditangan Allah. Asal kita masih mau berjuang dan berdoa rezeki masih akan datang juga. Walaupun sudah pensiun dari PNS, saya masih sibuk praktek sebagai Apoteker di Apotek di rumah.Dan isteri juga masih bisa mengajar dan ceramah dimana-mana sehingga insyaallah dengan perjuangan dan doa, semua bisa diatasi. Hidup ini memang ibarat roda pedati, yang berputar terus menerus,kadang diatas kadang dibawah, begitu juga rezeki, kadang banyak kadang sedikit. Yang penting sebenarnya penghasilan cukup untuk bisa hidup wajar dan bisa membiayai anak-anak sekolah setinggi mungkin serta yang tak kalah penting adalah masih sehat dikala tua sehingga bisa beraktivitas secara normal. Alhamdulillah, saya masih sehat, salah satu rahasia kesehatan ternyata dengan kebersihan hati disamping olahraga yang memadai sesuai kemampuan fisik. Saya berusaha membersihkan hati dengan cara banyak berzikir, puasa setiap hari Senin-Khamis, sholat malam, mohon ampun kepada Allah serta olahraga rutin berenang dua kali seminggu.
Kesibukan di keluarga saya ini saat ini betul-betul full sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Isteri yang tercinta, sekarang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian proposal Disertasi S3-nya di UGM, sehingga lebih banyak tinggal di Yogyakarta. Putri sulung, yang baru saja dilantik sebagai dokter, masih disibukkan dengan penelitian S2-nya bidang Manajemen Rumah Sakit (MMR), targetnya sebelum mengikuti intenship, study S2-nya sudah selesai. Anak kedua, satu-satunya putra yang kuliah di FEB/Manajemen UNDIP, sedang menjalani KKN selama satu bulan di daerah Demak. Pulang KKN dia disibukkan dengan penelitian Skripsi S1-nya. targetnya pada bulan Agustus 2015 ini bisa di wisuda S1. Sedangkan anak ketiga, putri kesayangan juga disibukkan menghadapi ujian di semester tiga. Saya sendiri sibuk menjaga Apotek dirumah agar berjalan lancar, karena ini salahsatu sumber pendapatan untuk menunjang kehidupan keluarga.
Di masa pensiun saya ingin aktif lagi menulis, hobby lama yang belum tersalurkan sepenuhnya selama ini. Dulu diwaktu kecil saya sangat senang sekali pelajaran mengarang. Pelajaran mengarang zaman dulu diasuh oleh guru bahasa indonesia. saya masih ingat, begitu guru bahasa indonesia itu masuk kelas, kita disuruh membuat karangan di kertas satu lembar dengan judul terserah kita, biasanya kalau kita habis liburan sekolah, kita disuruh mengarang apa saja yang kita lihat selama liburan. Biasanya saya sangat antusias bercerita tentang liburan sekolah, cerita detail tentang apa saja yang kita rasakan, lihat, dan yang kita kerjakan selama liburan. saya paling senang cerita yang sedikit romantis dan melankolis. Dulu malah saya bercita-cita ingin jadi penulis cerpen atau novel, tapi belum kesampaian. Sekarang, karena saya seorang apoteker, ingin sekali menulis tentang pekerjaan kefarmasian, yang berkaitan dengan obat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar