Rabu, 07 Mei 2014

" TANDA-TANDA KEMATIAN "

Semua manusia pada akhirnya pasti mati, seperti yang dikatakan Allah pada Surat Al-Jumu'ah (hari Jum'at)/ QS 62  ayat 8 : " Qul innal mautal ladzii tafirruuna minhu fa innahu mulaaqiikum tsumma turaduuna ilaa 'aaalimil ghaibi wasy syahaadati fa yunabbi-ukum bi maa kuntum ta'maluun ", artinya : "Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu tetap akan menemui kamu". Kematian tidak mengenal tua atau muda, kaya, atau miskin, pintar atau bodoh, raja atau rakyat biasa, kalau sudah waktunya tiba, kematian pasti terjadi, seperti yang dikatakan Allah pada surat Yunus (10) ayat 49 : " Qul laa amliku li nafsii dharraw wa laa naf'an illaa maa syaa-allaahu li kulli ummatin ajalun idzaa jaa-a ajaluhum fa laa yasta'khiruun saa'ataw wa laa yastaqdimuun ", artinya : "Apabila telah datang ajal, maka mereka tidak dapat ditangguhkan walaupun sesaat dan tidak pula mendahuluinya".
Yang dimaksud mati adalah kembalinya diri rahasia kita kepada Allah dan tamatnya tugas kita menjaga, menanggung dan mengembalikan diri rahasia Allah kepada diri Empunya Diri. Dan kita akan terus hidup di suatu alam yang baru dan kekal, hidup untuk selamanya.
Bagi orang-orang hakiki dan ma'rifat (sangat dekat) dengan Allah, orang-orang arifin billah dan para wali Allah, tanda-tanda kematian diberitahu secara ghoib melalui laduni tentang berita kematian mereka atau dikenal oleh ahli tasawuf sebagai perintah kembali. Pada umumnya mereka menerima notes / peringatan kematian ini sebanyak 5 kali :
a. Setahun sebelum mati.
b. 6 bulan sebelum mati.
c. 100 hari sebelum mati.
d. 40 hari sebelum mati.
e. 7 hari sebelum mati, dan seterusnya.
Berita kematian melalui laduni ini biasanya disambut senyum, tenang dan lapang sekali oleh para arifin billah, walaupun sepantasnya pada waktu itu merupakan saat cemas yang harus dirasakan mereka. Dengan notes / peringatan kematian itu, mereka bisa lebih bisa membuat persiapan akhir dengan lebih serius.
Adapun tanda-tanda kematian sudah sering dijelaskan oleh para ulama, diantaranya oleh Tok Kenali dari Kelantan Malaysia, sebagai berikut :
  1.  Jika gerak seluruh tubuh dan merasakan nikmat yang amat sangat, itulah tanda satu tahun lagi kita akan  mati. Maka bertaubatlah se-banyak-banyaknya.
  2.  Jika pusat ini bergerak pertanda 40 hari lagi kita akan mati.
  3.  Jika jantung bergerak pertanda 20 hari lagi kita akan mati.
  4.  Jika bergerak (getar) dari pusat ke ubun-ubun dan turun balik dari ubun-ubun ke pusat dan berhenti pada buku leher, di tengah-tengah jakun kita dengan satu nikmat yang amat sangat, rasanya 7 hari lagi kita akan mati.
  5.  Jika bergerak anak lidah per-tanda 5 hari lagi kita akan mati.
  6.  Jika bergerak (Ha mutlak...) atau Qof Qusiru yaitu : antara dua kening kita dengan nikmat yang amat sangat, berarti tiga hari lagi kita akan mati.
  7.  Jika bergerak dahi kita berarti dua hari lagi kita akan mati.
  8.  Jika bergerak ubun-ubun kita antara waktu zohor dan ashar artinya : satu hari lagi kita akan mati.
  9.  Jika pusat bergetar terus menjalar hingga ujung salbi lalu terus bergerak meniju ke tulang belakang dan terus naik ke ubun-ubun kita, maka dengan kuasa Allah sampailah saatnya kita meninggal dunia yang fana ini dan kembali ke hadirat Allah. Qoluu Inna Lillahi Wa Inna ilaihi Rodji'un (Al-Baqarah ayat 156) : "Dari Allah kita datang maka kepada Allah kita kembali".
Adapun ketika kita menghadapi sakaratul maut, maka kita akan menghadapi beberapa rupa yang amat banyak, sbb :
  1.  Jika yang datang rupa yang Hitam, maka itu adalah : iblis, wajib kita berkata : Laa ilaaha illallah Muhammadur Rosulullah  huw huw huw.....
  2.  Jika yang datang rupa Merah, maka itu adalah : Nasrani, hendaknya kita juga mengucap : Laa ilaaha illallah Muhammadur Rosulullah  huw huw huw..
  3.  Jika yang datang rupa Kuning, maka itu adalah : Yahudi, maka hendaknya kita mengucapkan : Laa ilaaha illallah Muhammadur Rosulullah  huw huw huw.....
  4.  Jika datang rupa-rupa yang lain yang bukan putih, maka kita wajib membaca : Laa ilaaha illallah Muhammadur Rosulullah  huw huw huw...
  5.  Apabila yang datang warna Putih, yaitu : Muhammad SAW maka hendaklah kita mengucapkan : Masya Allahu kaana minal mukminiina haqqo, artinya : Semoga Allah menjadikan aku orang mukmin yang sebenarnya.
Ingatlah, bahwa kedatangan rupa-rupa itu hanya sekali saja dan kedatangan mereka tidak menentu. Hanya tugas kita adalah : Menunggu rupa putih yaitu rupa Nabi Muhammad SAW dan berkatalah kita : Masya Allahu kaana minal mukminiina haqqo.
Setelah itu datanglah sakaratul maut, yang berdiri di kepala diantara kening (qof qusiru), bercahaya seperti bulan penuh / purnama memenuhi tujuh / 7 lapisan langit dan tujuh /7 lapisan bumi dan di dalamnya seperti rupa kita sendiri
Adapun rupa sakaratul maut berwarna Bening (seperti cermin kosong), bentuk rupa manusia dan wajahnya seperti wajah kita juga. Diantara kedua keningnya bercahaya seperti bulan purnama. Sebaliknya warna bening itu terdapat cahaya putih kekuning-kuningan dan kita dapat melihat wajah kita di dalam tubuhnya.
Rupa Rosulullah yang datang kepada kita saat kita menghadapi sakaratul maut adalah sangat elok, tidak ada bandingannya di dunia ini. Inilah rupa putih yang di tunggu-tunggu oleh orang-orang Arifin Billah di saat kematiannya.
Alangkah baiknya jika kita dapat menemui mati dengan penuh ketenangan seperti yang dihadapi para Aulia, Rosulullah, dan para Wali Allah yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar