Rabu, 04 November 2015

KONDISI KESEHATAN FISIK MENJELANG USIA 60 TAHUN

Pertambahan usia khususnya di usia menjelang 60 tahun ternyata banyak sekali perubahan fisiologis tubuh. Banyak sekali penampilan organ tubuh tertentu mulai menurun, seperti gigi yang mulai merasa linu ketika minum air panas atau air dingin/es, pendengaran yang mulai menurun, mata yang mulai muncul terjadi kerontokan retina (ablasia) & katarak sehingga  menghalangi pandangan mata, badan yang mudah capek & sesak nafas ketika bergerak naik turun tangga, mudah keseleo kalau mengangkat barang yang agak berat, dll, Walaupun sudah berolahraga rutin, renang minimal sekali seminggu, tidur teratur, pola hidup teratur, tidak merokok, hidup dalam suasana tenang, kuat dalam beribadah, ternyata proses penurunan fungsi sel-sel organ tubuh terus berlanjut. 

Saya tidak bisa membayangkan kalau seseorang yang manajemen hidupnya kacau, sering begadang, stress, perokok berat, tdk pernah olahraga, ibadahnya kurang, sudah barang tentu banyak sekali penurunan fungsi tubuhnya, bisa jadi berbagai penyakit menghampirinya. Banyak sekali kita dengar, seseorang yang masih muda dibawah 50 tahun sudah terkena berbagai yang cukup berat seperti ;  stroke, cuci darah karena gagal ginjal, diabetes kronis, maag kronis, hipertensi kronis, TBC, HIV-AIDS, berbagai penyakit kanker,  dll. Kadang-kadang orang baru tahu mahalnya sehat itu setelah mengalami sakit yang cukup berat dan lama. Banyak orang yang tidak paham bahwa proses menuju sehat atau sakit melalui proses yang cukup lama berawal dari kebiasaan & perilaku hidup kita sehari-hari.

Jika perilaku hidup kita berorientasi yang sehat, maka dimasa tua akan menjadi sehat juga, begitu juga sebaliknya, jika perilaku hidup tidak sehat, maka dimasa tuanya akan banyak penyakit yang dideritanya. Kadang-kadang penyakit tertentu datang mendadak, sehingga mengagetkan penderitanya, seperti ; penyakit kanker sangat sukar dideteksi dini, biasanya baru ketahuan setelah masuk stadium III, begitu juga katarak, baru ketahuan setelah mata terasa ada bayangan gelap, dll.

Rabu, 28 Oktober 2015

PROFESI APOTEKER INDONESIA MENUJU ERA BARU

Profesi Apoteker di Indonesia sesungguhnya profesi yang sudah tergolong tua, tetapi kalau dilihat dari sudut pandang keterkaitannya dengan masyarakat, profesi Apoteker tergolong masih muda dikenal masyarakat. Hal ini akibat, para Apoteker yang bekerja di pusat pelayanan seperti di Apotek, Klinik, Puskesmas & Rumah Sakit, tidak tampil didepan melayani pasien, yang melayani didepan justru para Asisten Apoteker atau oleh masyarakat mengenalnya sebagai AA. Para Apoteker lebih banyak didalam bersembunyi seperti bos bahkan banyak sekali yang jarang datang ke Apotek, sehingga image Apoteker sangat jelek. Profesi Apoteker sangat terpuruk, seakan-akan hanya orang gajian saja di Apotek. Begitu juga Apoteker yang bekerja di Rumah Sakit, tidak banyak dikenal masyarakat, seakan-akan Apoteker hanya kebagian tugas bagi-bagi obat saja

Dengan berjalannya waktu disertai dengan kemajuan teknologi manufacture dan infomation technologi, tuntutan masyarakat akan pelayanan juga semakin berkembang, masyarakat menginginkan pelayanan yang serba baik, serba cepat, serba aman, kondisi profesi Apoteker juga mau tidak mau harus berubah total. kalau dulu titik beratnya pada barang (drug oriented), tetapi sekarang titik beratnya pada pasien (patient oriented). Sehingga mau tidak mau para Apoteker harus merubah perilaku secara total. Harus berada didepan melayani pasien, memberikan segala hal pengetahuannya tentang masalah kefarmasiannnya kepada pasien. Penyerahan obat ke pasien harus oleh Apoteker, dengan pemberian informasi yang lengkap tentang seluk beluk obat yang digunakan pasien. Dari sini dimulailah era baru profesi Apoteker, yaitu ; era pharmaceutical care atau asuhan kefarmasian. Para Apoteker harus bisa melakukan pengkajian terkait masalah obat seperti : melakukan pengkajian dan pelayanan resep (telaah resep & telaah obat), melakukan penelusuran riwayat penggunaan obat, melakukan rekonsiliasi obat, melakukan pemantauan terapi obat, melakukan evaluasi penggunaan obat, melakukan monitoring efek samping obat, melakukan konseling, melakukan pelayanan informasi obat, melakukan pemantauan kadar obat dalam darah, , dispensing obat steril (iv mixture), melaksanakan visite, dll, baik bagi pasien rawat jalan maupun di rawat inap. Para Apoteker harus berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya ; khususnya dokter dan perawat, sebagai mitra kerja dalam rangka secara bersama-sama mencapai tujuan bersama yaitu ; untuk kesembuhan pasien. Satu lagi yang paling penting adalah komunikasi efektif dengan berbagai profesi terkait dan pasien. 

Masalah komunikasi yang kurang efektif sering menjadi kendala dalam menjalankan praktik kefarmasian terutama di sektor pelayanan di Rumah Sakit. Kadang bisa terjadi misunderstanding (keslahpahaman), antara Apoteker dengan dokter dan perawat. Apalagi jika pesan disampaikan lewat telepon, bisa terjadi kesalahan yang tidak terduga. Sebagai contoh : ada seorang perawat perawat konsul ke dokter tentang pasien yang dirawatnya. Dokter mengintruksikan pemberian obat Fastral (Sertraline 50mg), tetapi si perawat menangkapnya sebagai Pastral (paracetamol + Tramadol), sehingga ditulis di Rekam Medik sebagai Pastral, dan sampai di tangan farmasis untung di cek ulang dengan menanyakan kembali ke dokternya karena di farmasi kedua obat tsb tersedia di stock obat.Tidak bisa dibayangkan jika terjadi kesalahan, bisa merugikan pasien. Banyak sekali kejadian kesalahan di RS karena kurangnya komunikasi antar profesi, apalagi bagi RS yang juga mendidik para co-as, biasanya para co-as juga ikut menulis R/ atas nama dokter DPJP. Kesalahan justru bermula dari para co-as ini. Kadang-kadang para co-as ini menulis resep tanpa setahu dokter DPJP, atau kadang para co-as ini salah dalam menyalin R/ . Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari dokter DPJP yang sudah sangat sibuk melayani pasien yang sangat banyak.

Rabu, 21 Januari 2015

DUNIA KELAP KELIP

Kehidupan di dunia ini memang penuh warna. Ada orang baik, ada orang jahat, ada yang baik didalam tapi luarnya tidak, sebaliknya, ada yang baik diluar, didalamnya tidak, ada orang normal ada yang tidak normal, ada juga setengah normal, ya kadang normal kadang tidak. Perilaku manusia memang beragam, ada yang kejam, sangat kejam, tetapi ada juga yang berperilaku halus, sangat halus. Ada yang sopan, ada yang tidak sopan ada yang pura-pura sopan. Ada orang yang suka menipu, berkhianat, ada yang suka iri, dengki, mengadu domba, bahkan ada orang yang tega membunuh keluarganya sendiri, membunuh dengan sadis pacarnya atau musuhnya dgn cara mutilasi sudah sangat sering kita dengar, betul-betul sadis dan tidak berperikemanusian.  Anehnya seseorang bisa bertindak sadis hanya karena masalah sepele. Sungguh kadang kalau kita tidak hati-hati atau tidak punya prinsip atau pegangan, manusia bisa terseret kesana-kesini, yang berakibat kehidupannya kacau balau tidak karuan. makanya, sering kita dengar anak kecil frustrasi bunuh diri, hanya gara-gara bapak ibunya bercerai dan masing-masing kawin lagi. Ada anak orang kaya, hidupnya kacau karena tidak mendapat kasih sayang bapak ibunya karena orangtuanya sangat sibuk.

Pada dasarnya, manusia dilahirkan dalam keadaan suci murni, tetapi pengaruh lingkungan membuat manusia berubah sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi. Kalau lingkungannya baik, maka baiklah manusia tsb, tetapi sebaliknya jika lingkungannya buruk maka akan kemungkinan besar manusia tsb akan terpengaruh dengan kondisi buruk tsb, tinggal mungkin kadar persentasenya saja yang berbeda. Sebetulnya, seorang anak butuh perhatian lebih, dari orang tuanya, paling tidak orang tuanya mau berinteraksi setiap hari sekedar bertanya kabar tentang kegiatannya tadi, di sekolah atau sekedar bertanya tentang temannya, keinginannya atau rencana kegiatannya hari ini, atau sekedar bertanya sudah makan atau belum, kata kuncinya adanya komunikasi dua arah.
Banyak juga kita lihat orang-orang sangat mencintai hidup didunia, pengin kaya secepat mungkin, pengin jabatan dengan menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara yang tidak wajar, mengancam, mengintimidasi, menakut-nakuti, bahkan dengan cara ghoib lewat perdukunan, pokoknya segala cara dilakukan demi memenuhi ambisi dan nafsu pribadinya yang melampaui batas, bahkan se-akan-akan mengabaikan faktor agama dan tidak takut samasekali dengan hukum karma dari Allah. Sungguh, orang-orang seperti ini sangat menakutkan, karena tidak ada yang dia takutkan. mereka ini sudah terbelenggu dengan kekuatan iblis/setan, bahkan mungkin Allah sudah menutup matahatinya............ Subhanallah.

Ada juga orang yang sebenarnya dalam hati nuraninya sudah tahu kalau perbuatan yang dilakukannya itu salah, tetapi tetap saja dilakukannya. Sebenarnya apa yang salah ?.  Orang seperti ini sebenarnya tidak paham arti hidup sesungguhnya. Tidak paham untuk apa Allah menciptakan manusia. Tidak paham hakekat hidup ini sebenarnya. Tidak paham bahwa ada kehidupan lain sesudah mati. Sungguh malang orang-orang yang seperti itu. Seandainya dia tahu bahwa sesungguhnya ada kehidupan baru sesudah kita meninggalkan dunia, bahwa apa yang kita lakukan didunia ini, nantinya akan dipertanggungkan diakhirat nanti, bahwa kita harus punya banyak bekal ibadah untuk tabungan kita nanti di akhirat. Saya yakin orang-orang yang lupa itu, nanti akan menyesal diakhirat kelak, penyesalan yang tiada gunanya karena tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia.

Masalahnya sekarang, bagaimana cara membentuk manusia yang benar-benar baik, baik di segi moralnya, baik fisiknya, baik otaknya. Dalam Islam ada suatu cara mudah agar seseorang tersebut bisa baik rohnya, sehat jasadnya dan pintar otaknya. yaitu : dengan mengirimkan alfatehah kepadanya dengan menyebutkan nama seseorang itu lengkap dengan Bin atau Binti nama bapaknya.. Hal bisa dilakukan setiap sehabis sholat lima waktu atau sehabis sholat malam. Dengan bacaan alfatehah, diharapkan nantinya rohnya bisa baik artinya perilakunya akan baik, jasadnya akan sehat dan otaknya akan semakin pintar dalam berpikir/memecahkan masalah kehidupan. bagaimanapun juga kita tidak bisa lepas dari masalah selama masih hidup di dunia ini, karena memang Allah menciptakan manusia untuk diuji dengan berbagai kesusahan (QS Al-Balad 4)

Rabu, 14 Januari 2015

PERSIAPAN MENJELANG PENSIUN

Waktu terasa berjalan dengan sangat cepat. Tidak terasa, tidak sampai 2 tahun lagi pensiun menjelang. Tepat tanggal 1 Desember 2016 tahun depan, saya akan memulai kehidupan baru sebagai seorang pensiunan PNS. kadang-kadang kalau terlalu dipikir, timbul ada sedikit rasa kekhawatiran, khususnya dari sisi financial. Financial akan berkurang cukup signifikan. Disisi lain juga timbul kegembiraan, karena tidak ada lagi beban pekerjaan yang terpikul selama ini, sepertinya bebas merdeka tanpa beban. Bisa pergi kemana-mana sesuai keinginan. Rasa syukur yang sangat mendalam saya panjatkan kepada Allah SWT, karena diusia menjelang pensiun (60tahun pada 17 November 2016), masih diberi rezeki kesehatan yang baik, rezeki financial yang cukup, sehingga bisa hidup wajar dan bisa beribadah dengan tenang dan penuh kenikmatan. Di usia pensiun, beban keluarga saya sebenarnya masih cukup banyak karena anak-anak belum sepenuhnya mandiri. Anak nomor satu (Fidela) walaupun sudah jadi dokter, masih sibuk menyelesaikan tesis S2 nya dan suatu saat masih akan melanjutkan sekolah lagi ke dokter spesialis. Anak nomor dua (Favian) masih menyelesaikan skripsinya dan rencananya masih melanjutkan S2 nya, di MM UGM, sedangkan anak nomor tiga (Fathania) masih berjuang kuliah. Isteri saya juga masih berjuang untuk mendapatkan gelar S3 nya di UGM, yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi saya yakin dan percaya bahwa Rezeki ditangan Allah. Asal kita masih mau berjuang dan berdoa rezeki masih akan datang juga. Walaupun sudah pensiun dari PNS, saya masih sibuk praktek sebagai Apoteker di Apotek di rumah.Dan isteri juga masih bisa mengajar dan ceramah dimana-mana sehingga insyaallah dengan perjuangan dan doa, semua bisa diatasi. Hidup ini memang ibarat roda pedati, yang berputar terus menerus,kadang diatas kadang dibawah, begitu juga rezeki, kadang banyak kadang sedikit. Yang penting sebenarnya penghasilan cukup untuk bisa hidup wajar dan bisa membiayai anak-anak sekolah setinggi mungkin serta yang tak kalah penting adalah masih sehat dikala tua sehingga bisa beraktivitas secara normal. Alhamdulillah, saya masih sehat, salah satu rahasia kesehatan ternyata dengan kebersihan hati disamping olahraga yang memadai sesuai kemampuan fisik. Saya berusaha membersihkan hati dengan cara banyak berzikir, puasa setiap hari Senin-Khamis, sholat malam,  mohon ampun kepada Allah serta olahraga rutin berenang dua kali seminggu.
Kesibukan di keluarga saya ini saat ini betul-betul full sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Isteri yang tercinta, sekarang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian proposal Disertasi S3-nya di UGM, sehingga lebih banyak tinggal di Yogyakarta. Putri sulung, yang baru saja dilantik sebagai dokter, masih disibukkan dengan penelitian S2-nya bidang Manajemen Rumah Sakit (MMR), targetnya sebelum mengikuti intenship, study S2-nya sudah selesai. Anak kedua, satu-satunya putra yang kuliah di FEB/Manajemen UNDIP, sedang menjalani KKN selama satu bulan di daerah Demak. Pulang KKN dia disibukkan dengan penelitian Skripsi S1-nya. targetnya pada bulan Agustus 2015 ini bisa di wisuda S1. Sedangkan anak ketiga, putri kesayangan juga disibukkan menghadapi ujian di semester tiga. Saya sendiri sibuk menjaga Apotek dirumah agar berjalan lancar, karena ini salahsatu sumber pendapatan untuk menunjang kehidupan keluarga.
Di masa pensiun saya ingin aktif lagi menulis, hobby lama yang belum tersalurkan sepenuhnya selama ini. Dulu diwaktu kecil saya sangat senang sekali pelajaran mengarang. Pelajaran mengarang zaman dulu diasuh oleh guru bahasa indonesia. saya masih ingat, begitu guru bahasa indonesia itu masuk kelas, kita disuruh membuat karangan di kertas satu lembar dengan judul terserah kita, biasanya kalau kita habis liburan sekolah, kita disuruh mengarang apa saja yang kita lihat selama liburan. Biasanya saya sangat antusias bercerita tentang liburan sekolah, cerita detail tentang apa saja yang kita rasakan, lihat, dan yang kita kerjakan selama liburan. saya paling senang cerita yang sedikit romantis dan melankolis. Dulu malah saya bercita-cita ingin jadi penulis cerpen atau novel, tapi belum kesampaian. Sekarang, karena saya seorang apoteker, ingin sekali menulis tentang pekerjaan kefarmasian, yang berkaitan dengan obat.