Rabu, 21 Januari 2015

DUNIA KELAP KELIP

Kehidupan di dunia ini memang penuh warna. Ada orang baik, ada orang jahat, ada yang baik didalam tapi luarnya tidak, sebaliknya, ada yang baik diluar, didalamnya tidak, ada orang normal ada yang tidak normal, ada juga setengah normal, ya kadang normal kadang tidak. Perilaku manusia memang beragam, ada yang kejam, sangat kejam, tetapi ada juga yang berperilaku halus, sangat halus. Ada yang sopan, ada yang tidak sopan ada yang pura-pura sopan. Ada orang yang suka menipu, berkhianat, ada yang suka iri, dengki, mengadu domba, bahkan ada orang yang tega membunuh keluarganya sendiri, membunuh dengan sadis pacarnya atau musuhnya dgn cara mutilasi sudah sangat sering kita dengar, betul-betul sadis dan tidak berperikemanusian.  Anehnya seseorang bisa bertindak sadis hanya karena masalah sepele. Sungguh kadang kalau kita tidak hati-hati atau tidak punya prinsip atau pegangan, manusia bisa terseret kesana-kesini, yang berakibat kehidupannya kacau balau tidak karuan. makanya, sering kita dengar anak kecil frustrasi bunuh diri, hanya gara-gara bapak ibunya bercerai dan masing-masing kawin lagi. Ada anak orang kaya, hidupnya kacau karena tidak mendapat kasih sayang bapak ibunya karena orangtuanya sangat sibuk.

Pada dasarnya, manusia dilahirkan dalam keadaan suci murni, tetapi pengaruh lingkungan membuat manusia berubah sesuai dengan lingkungan yang mempengaruhi. Kalau lingkungannya baik, maka baiklah manusia tsb, tetapi sebaliknya jika lingkungannya buruk maka akan kemungkinan besar manusia tsb akan terpengaruh dengan kondisi buruk tsb, tinggal mungkin kadar persentasenya saja yang berbeda. Sebetulnya, seorang anak butuh perhatian lebih, dari orang tuanya, paling tidak orang tuanya mau berinteraksi setiap hari sekedar bertanya kabar tentang kegiatannya tadi, di sekolah atau sekedar bertanya tentang temannya, keinginannya atau rencana kegiatannya hari ini, atau sekedar bertanya sudah makan atau belum, kata kuncinya adanya komunikasi dua arah.
Banyak juga kita lihat orang-orang sangat mencintai hidup didunia, pengin kaya secepat mungkin, pengin jabatan dengan menghalalkan segala cara, bahkan dengan cara yang tidak wajar, mengancam, mengintimidasi, menakut-nakuti, bahkan dengan cara ghoib lewat perdukunan, pokoknya segala cara dilakukan demi memenuhi ambisi dan nafsu pribadinya yang melampaui batas, bahkan se-akan-akan mengabaikan faktor agama dan tidak takut samasekali dengan hukum karma dari Allah. Sungguh, orang-orang seperti ini sangat menakutkan, karena tidak ada yang dia takutkan. mereka ini sudah terbelenggu dengan kekuatan iblis/setan, bahkan mungkin Allah sudah menutup matahatinya............ Subhanallah.

Ada juga orang yang sebenarnya dalam hati nuraninya sudah tahu kalau perbuatan yang dilakukannya itu salah, tetapi tetap saja dilakukannya. Sebenarnya apa yang salah ?.  Orang seperti ini sebenarnya tidak paham arti hidup sesungguhnya. Tidak paham untuk apa Allah menciptakan manusia. Tidak paham hakekat hidup ini sebenarnya. Tidak paham bahwa ada kehidupan lain sesudah mati. Sungguh malang orang-orang yang seperti itu. Seandainya dia tahu bahwa sesungguhnya ada kehidupan baru sesudah kita meninggalkan dunia, bahwa apa yang kita lakukan didunia ini, nantinya akan dipertanggungkan diakhirat nanti, bahwa kita harus punya banyak bekal ibadah untuk tabungan kita nanti di akhirat. Saya yakin orang-orang yang lupa itu, nanti akan menyesal diakhirat kelak, penyesalan yang tiada gunanya karena tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia.

Masalahnya sekarang, bagaimana cara membentuk manusia yang benar-benar baik, baik di segi moralnya, baik fisiknya, baik otaknya. Dalam Islam ada suatu cara mudah agar seseorang tersebut bisa baik rohnya, sehat jasadnya dan pintar otaknya. yaitu : dengan mengirimkan alfatehah kepadanya dengan menyebutkan nama seseorang itu lengkap dengan Bin atau Binti nama bapaknya.. Hal bisa dilakukan setiap sehabis sholat lima waktu atau sehabis sholat malam. Dengan bacaan alfatehah, diharapkan nantinya rohnya bisa baik artinya perilakunya akan baik, jasadnya akan sehat dan otaknya akan semakin pintar dalam berpikir/memecahkan masalah kehidupan. bagaimanapun juga kita tidak bisa lepas dari masalah selama masih hidup di dunia ini, karena memang Allah menciptakan manusia untuk diuji dengan berbagai kesusahan (QS Al-Balad 4)

Rabu, 14 Januari 2015

PERSIAPAN MENJELANG PENSIUN

Waktu terasa berjalan dengan sangat cepat. Tidak terasa, tidak sampai 2 tahun lagi pensiun menjelang. Tepat tanggal 1 Desember 2016 tahun depan, saya akan memulai kehidupan baru sebagai seorang pensiunan PNS. kadang-kadang kalau terlalu dipikir, timbul ada sedikit rasa kekhawatiran, khususnya dari sisi financial. Financial akan berkurang cukup signifikan. Disisi lain juga timbul kegembiraan, karena tidak ada lagi beban pekerjaan yang terpikul selama ini, sepertinya bebas merdeka tanpa beban. Bisa pergi kemana-mana sesuai keinginan. Rasa syukur yang sangat mendalam saya panjatkan kepada Allah SWT, karena diusia menjelang pensiun (60tahun pada 17 November 2016), masih diberi rezeki kesehatan yang baik, rezeki financial yang cukup, sehingga bisa hidup wajar dan bisa beribadah dengan tenang dan penuh kenikmatan. Di usia pensiun, beban keluarga saya sebenarnya masih cukup banyak karena anak-anak belum sepenuhnya mandiri. Anak nomor satu (Fidela) walaupun sudah jadi dokter, masih sibuk menyelesaikan tesis S2 nya dan suatu saat masih akan melanjutkan sekolah lagi ke dokter spesialis. Anak nomor dua (Favian) masih menyelesaikan skripsinya dan rencananya masih melanjutkan S2 nya, di MM UGM, sedangkan anak nomor tiga (Fathania) masih berjuang kuliah. Isteri saya juga masih berjuang untuk mendapatkan gelar S3 nya di UGM, yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi saya yakin dan percaya bahwa Rezeki ditangan Allah. Asal kita masih mau berjuang dan berdoa rezeki masih akan datang juga. Walaupun sudah pensiun dari PNS, saya masih sibuk praktek sebagai Apoteker di Apotek di rumah.Dan isteri juga masih bisa mengajar dan ceramah dimana-mana sehingga insyaallah dengan perjuangan dan doa, semua bisa diatasi. Hidup ini memang ibarat roda pedati, yang berputar terus menerus,kadang diatas kadang dibawah, begitu juga rezeki, kadang banyak kadang sedikit. Yang penting sebenarnya penghasilan cukup untuk bisa hidup wajar dan bisa membiayai anak-anak sekolah setinggi mungkin serta yang tak kalah penting adalah masih sehat dikala tua sehingga bisa beraktivitas secara normal. Alhamdulillah, saya masih sehat, salah satu rahasia kesehatan ternyata dengan kebersihan hati disamping olahraga yang memadai sesuai kemampuan fisik. Saya berusaha membersihkan hati dengan cara banyak berzikir, puasa setiap hari Senin-Khamis, sholat malam,  mohon ampun kepada Allah serta olahraga rutin berenang dua kali seminggu.
Kesibukan di keluarga saya ini saat ini betul-betul full sibuk dengan urusan sendiri-sendiri. Isteri yang tercinta, sekarang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian proposal Disertasi S3-nya di UGM, sehingga lebih banyak tinggal di Yogyakarta. Putri sulung, yang baru saja dilantik sebagai dokter, masih disibukkan dengan penelitian S2-nya bidang Manajemen Rumah Sakit (MMR), targetnya sebelum mengikuti intenship, study S2-nya sudah selesai. Anak kedua, satu-satunya putra yang kuliah di FEB/Manajemen UNDIP, sedang menjalani KKN selama satu bulan di daerah Demak. Pulang KKN dia disibukkan dengan penelitian Skripsi S1-nya. targetnya pada bulan Agustus 2015 ini bisa di wisuda S1. Sedangkan anak ketiga, putri kesayangan juga disibukkan menghadapi ujian di semester tiga. Saya sendiri sibuk menjaga Apotek dirumah agar berjalan lancar, karena ini salahsatu sumber pendapatan untuk menunjang kehidupan keluarga.
Di masa pensiun saya ingin aktif lagi menulis, hobby lama yang belum tersalurkan sepenuhnya selama ini. Dulu diwaktu kecil saya sangat senang sekali pelajaran mengarang. Pelajaran mengarang zaman dulu diasuh oleh guru bahasa indonesia. saya masih ingat, begitu guru bahasa indonesia itu masuk kelas, kita disuruh membuat karangan di kertas satu lembar dengan judul terserah kita, biasanya kalau kita habis liburan sekolah, kita disuruh mengarang apa saja yang kita lihat selama liburan. Biasanya saya sangat antusias bercerita tentang liburan sekolah, cerita detail tentang apa saja yang kita rasakan, lihat, dan yang kita kerjakan selama liburan. saya paling senang cerita yang sedikit romantis dan melankolis. Dulu malah saya bercita-cita ingin jadi penulis cerpen atau novel, tapi belum kesampaian. Sekarang, karena saya seorang apoteker, ingin sekali menulis tentang pekerjaan kefarmasian, yang berkaitan dengan obat.